Polres Palopo Gelar Pembinaan Rohani Rutin bagi Tahanan

Polres Palopo Gelar Pembinaan Rohani Rutin bagi Tahanan. (dok:ist)

PALOPO, SETARAKATA.com – Dalam rangka meningkatkan pembinaan mental dan spiritual bagi para tahanan, Polres Palopo secara rutin melaksanakan kegiatan pembinaan rohani sebagai bagian dari upaya pembentukan sikap dan perilaku yang lebih baik selama menjalani proses hukum, Jumat 9 Januari 2026

Kegiatan pembinaan rohani tersebut diikuti oleh 14 orang tahanan Polres Palopo.

Bacaan Lainnya

Pembinaan ini menjadi salah satu program pembinaan berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan Polres Palopo.

Pembinaan rohani dipimpin oleh Ustadz Muh. Idhar dan Ustadz Wahyu, yang menyampaikan tausiyah keagamaan, nasihat moral, serta ajakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Para ustadz juga mengingatkan para tahanan agar menjadikan masa penahanan sebagai momentum untuk introspeksi diri, memperbaiki akhlak, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum di masa mendatang.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Para tahanan mengikuti pembinaan dengan serius dan penuh perhatian, menunjukkan antusiasme dalam menerima materi keagamaan yang disampaikan.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, menjelaskan kegiatan pembinaan rohani ini merupakan bentuk kepedulian Polres Palopo terhadap kondisi mental dan spiritual para tahanan.

“Pembinaan rohani ini rutin kami laksanakan sebagai upaya memberikan pendampingan moral dan spiritual kepada para tahanan. Harapannya, mereka dapat mengambil hikmah, menyesali perbuatannya, serta memiliki niat kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar AKP Marsuki.

Lebih lanjut, ia menegaskan Polres Palopo tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dalam pembinaan terhadap warga binaan selama berada dalam tahanan.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan hak-hak para tahanan tetap terpenuhi dan proses pembinaan dapat berjalan secara optimal. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *