PPGT Klasis Kota Palopo Tegas Tolak Penyimpangan Tedong Silaga, Soroti Praktik Judi Berkedok Budaya

PPGT Klasis Kota Palopo. (Dok:ist)

PALOPO, SETARAKATA.com – Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Klasis Kota Palopo menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait maraknya penyimpangan dalam praktik budaya tedong silaga di Toraja.

Mereka menolak segala bentuk penyimpangan adat, khususnya yang telah disusupi praktik perjudian.

Dalam pernyataannya, PPGT menegaskan dukungan penuh terhadap Gereja Toraja yang dinilai konsisten menjalankan fungsi pembinaan kepada warga jemaat

Bacaan Lainnya

Pembinaan tersebut bertujuan membentuk generasi yang tangguh, beriman kuat, berkarakter, serta produktif.

PPGT menilai masuknya unsur judi dalam praktik Tedong Silaga telah mereduksi nilai dan makna budaya yang menjadi identitas masyarakat Toraja. Budaya yang seharusnya sakral dan bermakna, kini dinilai terdistorsi oleh kepentingan pragmatis.

Dalam sikap resminya, PPGT Klasis Kota Palopo juga menyampaikan kecaman terhadap sejumlah pihak, di antaranya:

Aksi sekelompok orang di kantor BPS (Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja) yang dinilai tidak tepat sasaran dan berpotensi merusak kerukunan serta mencederai marwah institusi sosial, khususnya gereja.

Segala bentuk pembiaran oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Oknum yang mencari keuntungan pribadi dengan merusak nilai adat dan budaya Toraja.

Sikap diam pemerintah yang dinilai seolah melegitimasi penyimpangan tersebut.

Kegagalan aparat penegak hukum dalam memberikan rasa aman bagi tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai benteng sosial.

Selain menyampaikan kecaman, PPGT juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kemurnian budaya Toraja, di antaranya:

Masyarakat Toraja agar kembali menjaga nilai luhur budaya.

Tokoh adat dan masyarakat untuk bersikap tegas dalam mengarahkan praktik budaya yang benar.

Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas segala bentuk perjudian yang berkedok budaya.

Generasi muda agar menjadi pelopor pelestarian budaya yang sehat, bermartabat, dan bebas dari penyimpangan.

PPGT Klasis Kota Palopo menegaskan Tedong Silaga harus dikembalikan pada nilai aslinya sebagai simbol adat dan budaya, bukan sebagai ajang perjudian.

“Budaya adalah identitas kita, jangan biarkan rusak oleh kepentingan yang sesat dan pragmatis,” demikian penegasan dalam pernyataan tersebut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *